oleh

Sistem Satu Arah Berimbas Kepada Angkutan Umum

-Nasional-44 views

Memasuki H-5 lebaran, pemudik terpantau sudah mulai kembali ke kampung halaman masing-masing. Berdasarkan pantauan DW Indonesia, kondisi jalanan ibu kota pada Jumat siang sudah mulai terlihat lengang. Hal ini sesuai dengan prediksi Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, yang mengatakan puncak arus mudik akan terjadi pada hari Jumat ini. Menurutnya pemudik akan memadati sejumlah jalur mudik favorit, salah satunya yakni di Jalan Tol Trans-Jawa.

“Pada arus mudik nanti diperkirakan bisa mencapai 150.000 kendaraan per hari,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari Kompas.

Untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Tol Trans-Jawa, beberapa skema pun telah disiapkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bekerja sama dengan PT. Jasa Marga. Terpantau kemacetan sudah mulai nampak di Jalan Tol Trans-Jawa sepanjang Kamis kemarin (29/05). Hal ini dikarenakan antrean di gerbang tol dan sejumlah rest area. Rekayasa lalu lintas pun diterapkan guna mengurai kemacetan yang ada. Seperti yang diketahui sistem satu arah atau one way diberlakukan mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2019 untuk arus mudik serta 8 – 10 Juni 2019 untuk arus balik mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Menanggapi skema rekayasa lalu lintas ini, Ketua Institut Studi Transportasi, Darmaningtyas, menilai sebaiknya tidak semua jalur Tol Trans-Jawa diperuntukkan bagi kendaraan pribadi. Menurutnya dengan membelakukan sistem satu arah ini sama saja dengan memanjakan pemilik kendaraan pribadi.

“Sebaiknya satu lajur arah Jakarta pada saat mudik dan satu lajur arah timur saat arus balik diperuntukkan bagi kendaraan umum (bus dan mobil barang yang diperbolehkan beroperasi saat musim Lebaran), serta angkutan darurat (ambulan maupun pemadam kebakaran),” ujar Darmaningtyas saat dihubungi DW Indonesia.

Angkutan umum juga perlu diberikan prioritas agar tidak mengalami keterlambatan saat hendak menjemput penumpang yang berasal dari Jakarta yang akan melaksanakan mudik ke arah aJwa Tengah dan Jawa Timur. Menurutnya kebijakan satu arah ini tidak berpihak bagi nasib para pengguna angkutan umum. Senada dengan Darmaningtyas, Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia, Ellen Tangkudung, berpendapat jalur Pantura bisa dijadikan alternatif bagi para pengendara angkutan umum.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed